WARNA : Warna Cahaya

  1.  Warna Cahaya
Jika seberkas sinar matahari tipis (cahaya putih) dilewatkan melalui prisma kaca, tampak bahwa selain dibelokkan(dibiaskan) ketika meninggalkan prisma, cahaya juga diuraikan atas komponen-komponen warnanya.
Komponen warna tersebut adalah merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.  Peristiwa penguraian cahaya putih atas komponen warnanya disebut dispersi.  Sedangkan komponen warna yang terjadi disebut spektrum.  Percobaan ini pertama kali dilakukan oleh Sir Issac Newton pada tahun 1666. Baca lebih lanjut

DEFINISI CAHAYA

Cahaya dapat dibahas dalamtiga macam pendekatan.

Pertama, pendekatan optika geometri.  Banyak permasalahan optik dipecahkan dengan menganggap bahwa cahaya dirambatkan sebagai berkas sinar yang masing-masing sinar ini tegak lurus pada muka gelombang.  Sebagian optika geometri yang berkaitan dengan lensa -lensa dapat dibahas dari anggapan ini.

Pendekatan kedua adalah mengangggap bahwa cahaya bersifat sebagai gelombang elektromagnetik.  Sifat gelombang ini digunakan untuk menjelaskan transmisi cahaya yang melalui medium.  Pada pendekatan ini teori-teori gelombang digunakan untuk membahas gejala-gejala difraksi, interferensi, polarisasi dan daya pisah.

Pendekatan ketiga atau pendekatan yang paling mendasar dalam fisika adalah pendekatan mekanika kuantum.  Pendekatan ini digunakan untuk menjelaskan emisi dan absorpsi cahaya.  Dalam teori ini kuantum cahaya dianggap sebagai paket atau kuanta energi yang disebut foton.

Mengapa ban yang dipakai mobil balap mulus sekali? Apakah untuk mendapatkan friksi sebanyak-banyaknya?

Mengapa ban yang dipakai mobil balap mulus sekali? Apakah untuk mendapatkan friksi sebanyak-banyaknya?

Memang itulah tepatnya mengapa ban mobil balap dibuat mulus sekali.

Ban mobil biasa menyia-nyiakan sebagian besar permukaannya yang berfungsi mencengkeram jalan dengan diberi alur-alur yang sengaja dibuat untuk mengalirkan air hujan dan lumpur.  Bandingkan juga dengan ban mobil offroad. Baca lebih lanjut

BAN GUNDUL “Ban mobil saya jadi gundul. Ke mana ya ban itu pergi?”

Sesungguhnya ban kita seperti digunakan untuk menghapus permukaan jalan, sehingga terkikis menjadi debu halus yang kemudian tersebar ke mana-mana yang kita sebut lingkungan sekitar.  Sebagian tercuci dari permukaan jalan ketika hujan, masuk ke selokan-selokan, sebagian lainnya terbang dihembus angin meskipum selanjutnya jatuh kembali ke tanah baik itu jatuh sendiri maupun bersama titik air hujan.  Akhirnya, semua serpihan halus karet bergabung dengan tanah dan laut sebagai bagian dari bumi yang tidak lain adalah tempat asal mereka.  Seperti semua yang lain, telapak ban yang telah tak berguna kembali menjadi debu.

Kita cenderung berpikir bahwa ban mobil kita bergulir dengan mulus di sepanjang jalan, tanpa gesekan yang menyebabkan karetnya tergerus.  Itu benar andaikata tidak ada hambatan sama sekali antara permukaan ban dan permukaan jalan.  Dan jika tanpa hambatan, berarti ban kita tidak memiliki cengkraman dan kita tidak dapat pergi ke mana pun.  Kita akan memperoleh garansi yang luar biasa untuk seperangkat ban macam itu, karena semuanya tidak akan pernah aus.

Baca lebih lanjut