BAN GUNDUL “Ban mobil saya jadi gundul. Ke mana ya ban itu pergi?”

Sesungguhnya ban kita seperti digunakan untuk menghapus permukaan jalan, sehingga terkikis menjadi debu halus yang kemudian tersebar ke mana-mana yang kita sebut lingkungan sekitar.  Sebagian tercuci dari permukaan jalan ketika hujan, masuk ke selokan-selokan, sebagian lainnya terbang dihembus angin meskipum selanjutnya jatuh kembali ke tanah baik itu jatuh sendiri maupun bersama titik air hujan.  Akhirnya, semua serpihan halus karet bergabung dengan tanah dan laut sebagai bagian dari bumi yang tidak lain adalah tempat asal mereka.  Seperti semua yang lain, telapak ban yang telah tak berguna kembali menjadi debu.

Kita cenderung berpikir bahwa ban mobil kita bergulir dengan mulus di sepanjang jalan, tanpa gesekan yang menyebabkan karetnya tergerus.  Itu benar andaikata tidak ada hambatan sama sekali antara permukaan ban dan permukaan jalan.  Dan jika tanpa hambatan, berarti ban kita tidak memiliki cengkraman dan kita tidak dapat pergi ke mana pun.  Kita akan memperoleh garansi yang luar biasa untuk seperangkat ban macam itu, karena semuanya tidak akan pernah aus.

 Antara dua permukaan yang mencoba bergerak di atas yang lain termasuk ban dan permuakaan jalan hambatan selalu ada dan hambatan itu disebut gesekan atau friksi.  Bahkan roda yang menggelinding pun mengalami friksi dengan badan jalan walaupun friksi dalam gerak menggelinding (rolling friction) jauh lebih sedikit daripada friksi geser (sliding friction).  Apabila perlu, kita dapat menggelindingkan mobil kita ke depan dengan mendorongnya, namun kita akan kesulitan ketika mencoba mendorongnya ke arah samping.

 Friksi melahap sebagian energi gerak dan memuntahkannya kembali dalam wujud panas.  Andaikata tak ada pengurangan gerak akibat konversi sebagian energinya menjadi panas gesekan, sebuah mesin pastilah dapat berjalan terus menerus tanpa menjadi lambat (disebut pergerakan kekal atau peprpetual motion).  Karena selalu ada sebagian energi yang hilang menjadi panas gesekan, betapapun kecilnya setiap alat yang diaku sebagai mesin pergerakan kekal pasti hanya bualan belaka, kendati niat sang penemu tak begitu buruk .

 Kembali ke soal hilangnya tapak atau kembang pada ban kita.  Setiap kali ada hambatan gesek antara dua bahan, salah satu di antaranya harus “memberi” yaitu membiarkan sebagian molekulnya terkikis yang lain.  Antara ban yang empuk dan jalan raya yang keras, jelas bukan pertandingan yang seimbang, maka karet ban menjadi pihak yang emberi dank arena itu secara berangsur terkikis menjadi partikel-partikel yang sangat kecil.

 Andaikata jalan-jalan tersebut terbuat dari bahan yang lebih lunak daripada karet, jalan lah yang akan terkikis, bukan ban.  Sebaliknya, masyarakat memutuskan jauh lebih mudah jika pemilik mobil yang mengganti ban secara berkala dibandingkan Pemerintah yang akan kerepotan karena harus terus menerus memperbaiki permukaan jalan.

Ban yang berdecit dalam adegan kejar-kejaran antara mobil polisi dan mobil penjahat terjadi karena friksi geser.  Dalam hal ini karet ban tidak hanya menggelinding ke depan tapi juga bergeser ke samping menggesek permukaan jalan.  Dalam skala mikroskopis kita akan melihat ban mobil bergantian mencengkeram dan selip ribuan kali per detik menghasilkan serangkaian getaran yang cukup keras yang masuk dalam rentang frekuensi dengan bunyi berdecit.  Mudah bagi kita untuk melihat bahwa akibat friksi geser antara karet dan jalan, banyak karet yang terkikis.  Selainitu friksi menghasilkan panas yang cukup untuk melelehkan sebagian karet sehingga terdapat segaris jejak ban berwarna hitam yang terlihat seperti dicatkan ke permukaan jalan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s