MENGAPA BINTANG BERKELIP-KELIP?

Ketika cahaya memasuki medium transparan misalnya udara, air, atau kaca umumnya mengalami perubahan arah (refraksi atau pembiasan).  Itulah sebabnya sepasang lempengan kaca atau plastik dapat mengoreksi cahaya yang gagal jatuh ke retina.  Akan tetapi, besar pembelokan oleh medium transparan bergantung pada susunan atom-atomnya.  Udara misalnya, merefraksi atau membelokkan cahaya lebih sedikit daripada kaca.  Jadi beginilah jawaban dari pertanyaan di atas:

Udara hangat membelokkan cahaya lebih sedikit daripada udara sejuk.  Walaupun atom-atom dalam udara hangat atau udara sejuk sama saja, di udara hangat kerapatan mereka lebih rendah sehingga mereka kurang kompak ketika membelokkan cahaya.  Ini sama seperti ketika pertemuan udara hangat dan sejuk membelokkan gelombang bunyi.

Bintang mana pun (kecuali matahari) terletak begitu jauh sehingga kita melihatnya sebagai titik tunggal yang sempurna di langit, titik geometris tanpa ukuran sama sekali bahkan ketika diamati oleh teleskop.  Seolah-olah bintang hanya memberikan satu berkas sinar tunggal cahaya saja kepada kita.  Ketika berkas cahaya itu sampai ke mata kita melalui atmosfer, berkas itu ‘meliuk-liuk’ dan terhamburkan ketika melewati udara dengan beragam temperatur dan kekuatan pembelokan .  Setiap kali cahaya itu terhamburkan, untuk sekejap seolah-olah  bintang menghilang dari pandangan.  Waktu berkas yang sama terpancar lagi ke mata kita, bintang itu tampak lagi.  Inilah kelap-kelip yang kita lihat.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s