KARAKTERISTIK TINGKAH LAKU SISWA

Indikasi yang paling jelas bahwa inkuiri berlangsung di kelas yang mana siswa terlibat aktif dalam penelitian

1.  Apakah siswa melakukan observasi atau mengumpulkan informasi yang membangkitkan pertanyaan?

Sebisa  mungkin materi harus dilengkapi atau situasi diciptakan yang mana siswa dihadapkan dengan situasi yang tidak dapat dijelaskan yang akan membangkitkan pertanyaan.  Sebagai contoh, tugas sederhana seperti menanam bibit dapat membangkitkan banyak pertanyaan. Siswa dapat diberikan bibit, pupuk, dan tanah serta diinstruksikan untuk menanamnya dengan cara yang menurutnya paling baik.  Setelah beberapa hari berlalu, dan beberapa bibit mulai tumbuh,  beberapa pertanyaan hadir dengan sendirinya. Mengapa hanya beberapa bibit yang tumbuh?  Mengapa beberapa tanaman lebih berwarna hijau? Mengapa beberapa tanaman lebih tinggi daripada yang lain? Apakah yang menyusun dan di dalam batang?

2.  Apakah siswa merumuskan hipotesis, teori, dan prediksi yang membantu untuk menjawab pertanyaan?

Menggunakan contoh yang sama seperti yang di atas, hipotesis siswa mungkin seperti berikut:

Beberapa bibit tidak tumbuh karena mereka menerima air, sinar matahari,ruang, atau pupuk  terlalu banyak atau terlalu sedikit. Beberapa tanaman tidak sehijau yang lain karena mereka mendapatkan sinar matahari terlalu banyak. Setelah merumuskan hipotesis, siswa harus bersemangat untuk menampilkan eksperimennya yang memandu pada prediksi dasar yang jelas yang memperbolehkan hipotesis untuk diuji.

3.  Apakah siswa menganalisis, menginterpretasi, dan mengevaluasi data secara individu kelompok, atau sebagai kelas dengan panduan guru?

Data yang diproses melalui peneilitian harus melewati analisis, interpretasim dan evaluasi maka siswa siswa bisa berfikir dengan teliti melalui makna dari hasil tersebut. Ini dapat dilakukan dengan cara yang bervariasi, walaupun pada umumnya siswa yang lebih muda  dan panduan guru lebih banyak dibutuhkan. Peralatan yang berguna untuk interpretasi data direkam pada papan tulis kelas dan kemudian seluruh kelas mendiskusikan maknanya.

4.  Apakah kesimpiulam kelas berdasarkan bukti  langsung atau diciptakan oleh guru?

Untuk mengembangkan kepercayaan diri siswa pada proses inkuiri dan pada kesanggupan mereka untuk inkuiri, kesimpulan harus berdasarkan pada data yang dihasilkan melalui proses penelitian tadi, bukan diciptakan oleh guru.  Jika guru melihat dengan jelas penelitian menghasilkan hasil yang tak dapat diterima, kemudian penelitian lebih lanjut harus diusulkan yang mungkin menghasilkan hasil yang kontradiksi terhadap penelitian yang original.  Jika penelitian ini diselesaikan dan hasil yang kontradiksi diperoleh, kemudian kelas benar-benar memiliki kontradiksi. Pada hampir semua kasus, tindakan pelajaran akan ditampilkan dalam penelitian lagi untuk mengetahui sumber kesalahan (error).  Tentu saja ini adalah bagaimana sains biasanya dilakukan.  Hal ini jarang terjadi, jika terjadi, lakukan sesuai yang telah direncanakan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s