“Partikel Tuhan”

Penemuan partikel Tuhan akhir-akhir ini menjadi tonggak sejarah perkembangan fisika partikel.  Penemuan Partikel Tuhan yang diumumkan Organisasi Eropa untuk Penelitian Nuklir atau CERN membahagiakan bagi ilmuwan, tetapi juga membingungkan bagi masyarakat yang belum memahaminya. Dampaknya bagi orang awam adalah tidak ada lagi penjelasan sederhana tentang komposisi atom. Selama ini atom dikenal memiliki komposisi yang terdiri dari proton (bermuatan positif), elektron (bermuatan negatif), dan neutron (bermuatan netral). Tapi kini ada lagi tambahan Higgs-Boson.

Penggambaran komputer:  Tabrakan proton menunjukkan pola konsisten, keberadaan  boson Higgs diprediksikan.

Garis merah mewakili energi tinggi sinar proton sedangkan garis kuning menunjukkan jejak partikel yang dihasilkan dalam tumbukan.

Kenapa disebut partikel Tuhan?
Salah satu yang membingungkan adalah istilah Partikel Tuhan. Banyak kalangan menghubungkan penemuan ini dengan Tuhan dan agama. Apa sebenarnya Partikel Tuhan? Apa partikel itu yang menyusun Tuhan?

Nama populer ini muncul dari perjuangan dan debat panjang keberadaan partikel subatomik.Banyak ilmuwan meragukan keberadaan partikel ini. Munculnya nama partikel Tuhan berawal dari pernyataan fisikawan Leon Lederman dalam buku berjudul God Particle: If Universe is the Answer, what is the question?. Awalnya fisikawan Amerika itu menyebutnya goddamn particle (partikel terkutuk). Namun editor buku Lederman menolaknya, jadilah god particle (partikel tuhan).

Sebenarnya peletak dasar teori partikel Tuhan, yaitu Peter Higgs, menolak penamaan itu. Sebab pria 83 tahun itu adalah seorang ateis. Dia menyatakan nama “Partikel Tuhan” itu hanya candaan kaum akademisi yang sebelumnya menamai partikel ini dengan “Partikel Terkutuk” karena begitu sulitnya partikel ini ditemukan. Jadi sebenarnya tidak ada nuansa agama dalam partikel ini.

Istilah “God” dinilai tepat sebab Higgs Boson begitu central dalam fisika saat ini, sangat krusial untuk mengembangkan pemahaman tentang materi dan sangat istimewa karena perannya.

Dengan demikian, jelas sudah bahwa julukan Partikel Tuhan sama sekali tidak ada hubungannya dengan Tuhan itu sendiri. Partikel Tuhan dibahas dalam kaitannya dengan ilmu fisika, bukan agama.

Jadi apa itu Partikel Tuhan?
Partikel Tuhan sejatinya adalah Higgs Boson. Partikel ini adalah partikel yang “hilang” dalam Model Standar Fisika Partikel. Higgs Boson adalah partikel elementer yang telah lama dicari. Partikel ini dipercaya memberikan massa dan berperan dalam terbentuknya semesta. Tanpa ada Higgs Boson, atom takkan tercipta, ikatan kimia tak terbentuk semesta pun takkan ada.

Higgs Boson adalah sebuah partikel subatomik kecil yang sepertinya  memiliki berat sekitar 130 kali lebih besar  daripada atom hidrogen, gas yang paling ringan.

Secara sederhana, partikel Higgs berinteraksi dengan partikel subatomik lainnya yang sedang membangun blok atom dengan cara yang memperlambat mereka. Inilah alasan bahwa materi di alam semesta memiliki massa. Massa memberikan inersia partikel atau hambatan untuk bergerak lebih cepat.

Diumpamakan Higgs boson adalah sekelompok yang  mengerumuni selebriti. Partikel-partikel lainnya adalah selebriti, berusaha keras untuk bergerak tapi diperlambat oleh para pencari tanda tangan. Higgs boson tidak memiliki pena tetapi perhatian yang mereka berikan kepada partikel lainnya memperlambat mereka, menciptakan inersia.

Penemuan Higgs Boson membuktikan keberadaan Medan Higgs, yaitu kekuatan yang memberi partikel-partikel fundamental yang menjadi blok pembangun semesta ini massa yang dibutuhkannya.  Tanpa massa, partikel-partikel itu hanya berpendar di alam semesta dalam kecepatan cahaya dan tidak pernah membentuk bintang-bintang dan planet-planet.  Partikel ini juga adalah jejak terakhir yang hilang dalam Model Fisika Standard yang menjelaskan komposisi semesta.

Prof Peter Higgs mengatakan partikel yang sering disebut “Partikel Tuhan” dan menjadi blok pembangun semesta ini hanya punya usia waktu satu per sejuta per sejuta per sejuta per sejuta detik, lapor koran Inggris, The Telegraph.

Apa Manfaaatnya?

Meski temuan CERN yang diumumkan kemarin masih pada tahap awal, dalam arti belum mencapai kesimpulan final, ilmuwan yakin bahwa yang ditemukan adalah Higgs Boson. Lalu, jika memang telah ditemukan, apa yang bisa diharapkan dari penemuan itu? Apa sumbangsihnya bagi umat manusia?

Ilmuwan CERN, Albert de Roeck, mengibaratkan penemuan Higgs Boson serupa dengan penemuan listrik. Manusia takkan pernah bisa mengimajinasikan apa yang akan terjadi. Dengan demikian, jika ditanyakan aplikasinya saat ini, maka jawabannya adalah belum ada.

“Apa yang sangat penting saat ini ialah bahwa Higgs boson bisa menerangkan apa yang mungkin terjadi pada sepersejuta detik awal alam semesta setelah (teori) Big Bang,” kata de Roeck seperti dikutip kantor berita AFP, Kamis (5/7/2012).

Situs Langitselatan menerangkan, setelah Big Bang, semesta sangat panas dan terisi oleh lautan proton, netron, elektron, dan partikel lain. Dalam 17 menit pertama, terbentuk atom dan elemen ringan. Hal ini mensyaratkan adanya Higgs Boson.

Banyak ilmuwan mengatakan bahwa penemuan Higgs boson diharapkan melengkapi Model Standar Fisika Partikel. Model standar menguraikan adanya partikel elementer Fermion dan Boson. Model itu juga mensyaratkan adanya partikel elementer yang berperan memberi massa.

Namun, fisikawan Ray Volkas berpandangan lain. Higgs boson mungkin juga berhubungan dengan sesuatu yang lain, misalnya dengan materi gelap, materi yang tak terlihat yang menyusun sebagian besar semesta, berjumlah jauh lebih besar dari materi yang terlihat manusia.

“Mungkin saja, misalnya, Higgs Boson menjadi jembatan antara materi biasa, yang tersusun atas atom, dan material gelap, yang kita tahu merupakan komponen yang penting bagi semesta. Itu akan memberi implikasi yang fantastik dalam pemahaman seluruh materi semesta, tak cuma atom biasa,” katanya.

Menurut Volkas, akan sangat membosankan jika partikel yang baru saja ditemukan CERN hanya memenuhi Model Standar Fisika Partikel. Penemuan partikel itu seharusnya menjadi pintu masuk menuju fisika baru, teori baru yang menguraikan bagaimana semesta tercipta dan bekerja.

Salah satu teori yang disebut Volkas adalah Supersymmetry (SUSY). Dalam SUSY, setiap partikel memiliki partner partikel lain yang hanya berbeda sedikit karakteristiknya. SUSY menarik karena seperti menyatukan semua gaya yang ada di semesta, termasuk menawarkan kemungkinan penyusun materi gelap.

Volkas menuturkan, penelitian Higgs Boson memang seolah mengawang-awang. Namun, karena adanya tantangan di CERN, misalnya soal pertukaran data dalam jumlah besar, lembaga penelitian seperti CERN telah memberikan kontribusi dalam pengembangan world wide web yang mendasari internet.

Saat ini, tugas CERN masih belum selesai. CERN masih harus memastikan apa yang baru saja diumumkannya kemarin, apakah Higgs Boson atau partikel baru. Di sela-sela itu, CERN harus menghadapi tuntutan untuk berhasil sebab telah menghabiskan biaya besar untuk penelitiannya.

Sumber:

http://www.usatoday.com/tech/science/space/story/2012-07-05/Higgs-boson-explanation-particle-physics/56045722/1

http://sains.kompas.com/read/2012/07/06/13570279/Adakah.Hubungan.Partikel.Tuhan.dengan.Tuhan.

http://www.tempo.co/read/news/2012/07/06/095415223/Apa-dan-Kenapa-Partikel-Tuhan

http://www.antaranews.com/berita/320445/prof-higgs-bicara-soal-partikel-tuhan

http://sains.kompas.com/read/2012/07/05/19353136/Apa.Manfaat.Penemuan.Partikel.Tuhan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s