Tim Jepang Klaim Menemukan Unsur 113 yang Sukar ‘Ditangkap’

Klaim ini masih perlu diverifikasi oleh pihak  kimiawan, tetapi tim mengatakan itu adalah bukti terkuat untuk unsur yang sangat tidak stabil.

Peneliti Jepang mengklaim telah melihat dan membuktikan adanya  unsur 113 yang super-berat dan  super-stabil yang telah lama dicari. Letak unsur ini berada di  di dekat bagian bawah tabel periodik. Hal ini belum diverifikasi oleh International Union of Pure and Applied Chemistry, yang mengatur tabel dan nama-nama dari elemen. Tetapi jika IUPAC menyetujuinya,  peneliti ini bisa menjadi tim pertama dari Asia yang memberikan nama untuk salah satu atom fundamental alam.

Unsur super- berat ini tidak didapatkan di alam dan hanya bisa ditemukan di laboratorium, dengan menggunakan akselerator partikel, reaktor nuklir, pemisah ion dan peralatan kompleks lainnya. Para ilmuwan yang dipimpin oleh Kosuke Morita di RIKEN Nishina Pusat Accelerator berbasis Sains telah memburu unsur 113 ini selama sembilan tahun, dan mengaku telah melihatnya beberapa kali- tetapi bukti belum pernah ini jelas, kata tim.

Pencarian unsur 113: Menggunakan custom built recoil pemisah ion yang diisi gas (Gas-filled Recoil Ion Separator-GARIS) dipasangkan pada semikonduktor yang sensitif terhadap posisi, peneliti Jepang mengklaim bukti isotop unsur 133 dalam tabel periodik. RIKEN

Dalam suatu eksperimen pada bulan Agustus, tim menggunakan gas berisi recoil ion separator dipasangkan dengan detektor semikonduktor yang dapat ‘mengambil’ produk reaksi atom. Mereka menciptakan elemen 113 dengan mempercepat ion seng melalui akselerator linear sampai mereka mencapai 10 % dari kecepatan cahaya. Ion kemudian menabrak sepotong bismut. Ketika atom seng dan bismut menyatu, mereka memproduksi atom dengan 113 proton. Atom ini meluruh sangat cepat, menjadi serangkaian daughter procuct (produk anakan), masing-masing partikel alpha (dua proton dan dua neutron) yang lebih ringan dari atom induknya. Para daughter nuclides (anakan nuklida)  adalah turunan unsur 113 yang pasti , dan hanya unsur 113, yang kehadirannya sehingga dapat ditentukan.

Pensiunan Carnegie Mellon University kimiawan nuklir  Paul J. Karol mengetuai  IUPAC Joint Working Party yang akan menyelidiki klaim ini, dan mengatakan melalui email bahwa sementara grup masih dalam proses pemeriksaan dan hasilnya ‘sangat menggembirakan’. 

Kembali di tahun 2004 dan 2005, tim RIKEN yang sama melihat sesuatu  yang tampak seperti unsur 113 dalam empat peristiwa peluruhan, yang termasuk fisi spontan isotop dubnium (unsur 105). Namun final daughter products (produk anakan terakhir) tidak dibangun dari kerabat 113, sehingga IUPAC tidak mengakui penemuan tersebut. Kali ini, rantai peluruhan alpha lebih jelas: Dari isotop berat unsur 113, isotop  kerabat Roentgenium (111); Meitnerium (109); Bohrium (107); Dubnium (105), Lawrensium (103), dan Mendelevium (101).

Rantai peluruhan unsur 113: Unsur super berat 113 meluruh menjadi daughter isotopes (isotop anakan) berikut: Roentgenium-274; Meitnerium-270; Bohrium-266; Dubnium-262; Lawrencium-258; and Mendelevium-254. RIKEN

Sebuah paper baru menggambarkan rantai peluruhan ini dan akan diterbitkan dalam Journal of Physical Society of Japan.Karol mengatakan kolaborasi Dubna yang melibatkan ilmuwan Rusia dan Amerika, juga telah mengajukan hasil untuk ditinjau yang menampilkan isotop yang berbeda dari 113. “Kedua grup melakukannya dengan sangat teliti dan secara tepat, tapi JWP belum ditangani rincian dengan mata kritis, “kata Karol.

Tabel periodik hampir penuh. Selama beberapa tahun terakhir, tim di berbagai negara telah melaporkan menemukan elemen akhir yang tersisa : 113, 115, 117 dan 118. Pada Juni, IUPAC masih mengevaluasi klaim untuk penemuan mereka. Tidak ada tugas yang telah dibuat, tapi sedang dipertimbangkan oleh IUPAC dan IUPAP Joint Working Party. Jika IUPAC mengakui penemuan ini, tim RIKEN akan diminta untuk memberikan nama unsur 113 tersebut.
Sumber: Popsci

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s