Mengintip Badai Petir dari Sudut Pandang Luar Angkasa

Stasiun Luar Angkasa Internasional menampilkan sisi lain dari badai.

NASA ingin mengetahui lebih lanjut mengenai apa yang terjadi saat badai petir. Namun petir di sini bukan sembarang petir yang biasa kita lihat. NASA bertujuan untuk melihatnya dalam pandangan yang lebih tinggi, yakni peristiwa apa yang terjadi di atas awan.


Dengan percobaan baru yang dilakukan di Stasiun Luar Angkasa Internasional, yang disebut “Firestation,” badan antariksa akan mengeksplorasi apa yang terjadi dengan  kilat gelap – dark lightning (kilatan sinar gamma terestrial) – semburan radiasi gamma yang dibebaskan dalam awan badai – dan jenis petir  warna-warni yang dikenal sebagai red sprites, blue jets dan elves.

Kilat petir gelap-Dark Lightning di atas Bumi: Dalam visualisasi ini petir gelap sebenarnya tak terlihat, sinar gamma ditampilkan dalam warna pink. Disorot dalam partikel subatomik kuning disebut positron yang terdeteksi oleh Fermi Gamma Ray Space Telescope. Bumi ada di bawah dan bulan muncul di belakang sinar gamma pink. Screenshot dari “ScienceCasts: Dark Lightning” oleh Science @ NASA on YouTube

 

sumber: PopSci

Iklan

Variasi Gravitasi di Bumi Ternyata Lebih Besar Daripada yang Diperkirakan Sebelumnya

Sebuah peta medan gravitasi bumi dengan resolusi tertinggi -paling tidak untuk saat ini berhasil diciptakan oleh tim peneliti gabungan Australia-Jerman  yang dipimpin oleh Dr Christian Hirt yang berasal dari Universitas Curtin. Peta ini menampilkan variasi gravitasi hingga 40% lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya.

Informasi  topografi rinci diperoleh dari Space Shuttle AS. Tim spesialis, termasuk Professor Michael Kuhn, Dr Sten Claessens dan Moritz Rexer dari Curtin Australia Barat Pusat Geodesi dan Profesor Roland Pail dan Thomas Fecher dari Universitas Teknik Munich. Ini adalah upaya  pertama di dunia untuk menggambarkan medan gravitasi yang meliputi semua negara di planet kita dengan detail yang terperinci. Tim Peneliti menghitung gravitasi bebas dengan tiga miliar poin – satu setiap 200 meter – untuk membuat peta gravitasi resolusi tertinggi.  Perubahan halus gravitasi di atas lahan sebagian besar Bumi dapat dilihat. Ternyata, dari peta-peta gravitasi baru tersebut terungkap bahwa variasi  gravitasi bebas di atas bumi jauh lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Tarikan gravitasi bumi yang terkecil berada di puncak gunung Huascaran di Amerika Andes Selatan, dan yang terbesar berada di dekat Kutub Utara.
Penciptaan peta ini diperlukan sekitar 80 tahun bagi waktu komputasi office PC, namun superkomputer canggih yang disediakan oleh Western Australian iVEC membantu untuk menyelesaikan peta dalam beberapa bulan.
Peta gravitasi resolusi tinggi diperlukan dalam teknik sipil, misalnya, untuk membangun kanal, jembatan dan terowongan. Industri pertambangan juga bisa menguntungkan. Peta-peta dapat digunakan oleh surveyor dan profesional ilmu spasial lainnya untuk secara tepat mengukur ketinggian topografi dengan sistem satelit seperti Global Positioning System (GPS).

Persebaran Gravitasi di Amerika Selatan

Persebaran Gravitasi di Amerika Utara

Persebaran Gravitasi di Asia Tenggara dan Australia

Persebaran Gravitasi di Afrika

Persebaran Gravitasi di Eropa

Persebaran Gravitasi di Asia Tenggara

Sumber:

Sciencedaily

http://geodesy.curtin.edu.au/research/models/GGMplus/gallery.cfm

Animasi Cute: Bagaimana Matahari Dapat Menghancurkan Bumi

Jika Anda merasa hebat, mungkin Anda membutuhkan pengingat singkat tentang seberapa kecilnya Anda di alam semesta ini. Berikut adalah video yang dibuat oleh desainer Philipp Dettmer. Video ini berisi tentang sistem surya, yaitu berapa banyak bulan yang dimiliki  oleh setiap planet, seberapa jauh mereka, dll, ditambah dengan fakta plus-plus (ternyata saturnus akan mengapung jika Anda menaruhnya di bak mandi raksasa ).

Bagian terbaik dari video ini mungkin adalah kedua hal ini, yaitu yang menyajikan beberapa konteks Bumi di tata surya. Pertama, video menunjukkan planet yang tersusun oleh massa. Bumi adalah salah satu dari empat planet terestrial – padat, planet yang terdiri atas logam, yang bertentangan dengan gas raksasa – bersama dengan Merkurius, Venus, dan Mars. Mereka hanya menyumbang sebagian kecil dari massa tata surya. Lihatlah seberapa besar sih mereka jika dibandingkan dengan Jupiter yang super rakasasa?

Jupiter dan Bulannya (NASA)

Jadi…. Bumi itu kecil, setidaknya bila dibandingkan dengan si rakasa Jupiter. Bahkan yang lebih gila, jauh lebih kecil lagi jika massa matahari dibandingkan dengan keseluruhan sistem tata surya!

Persentase Massa Planet dalam Sistem Tata Surya : Kurzgesagt

Massa Matahari dalam Sistem Tata Surya

Dan suatu hari, seperti yang ditanyangkan video, matahari akan berekspansi (mengembang) dan menghancurkan bumi. Tapi ketika disajikan dalam sebuah video yang se’cute‘ ini, kematiannya bumi yang sudah dekat tampaknya tidak seburuk itu. Check it out !

 

sumber: http://www.popsci.com/science/article/2013-08/sun-destroying-earth-infographic