Waktu Belajar Terbaik Adalah Ketika Anda Istirahat: Tidur Setelah Mengolah Info Terbaru adalah Efektif

ScienceDaily (Mar 23, 2012) – Tertidur di kelas mungkin bukan lagi menjadi  ide yang buruk. Penelitian baru dari Universitas Notre Dame menunjukkan bahwa tidur tak lama setelah mempelajari materi baru yang paling bermanfaat untuk mengingat kembali.

Penelitian baru menunjukkan bahwa tidur tak lama setelah mempelajari materi baru yang paling bermanfaat untuk ingatan.
(Kredit: © Claudia Nagel / Fotolia)

Psikolog Notre Dame,  Jessica Payne dan koleganya mempelajari 207 siswa yang terbiasa tidur selama Baca lebih lanjut

Iklan

Mengurangi ‘Tekanan’ dalam Akademik dapat Membantu Kesuksesan Anak

Seperti yang pernah dikatakan oleh Dosen saya: “Siswa itu seharusnya tidak hanya dipersiapkan untuk sukses, tetapi juga dipersiapkan untuk gagal”. Karena kegagalan itu memang hal yang biasa dalam kehidupan ini.  Thomas Alfa Edison saja mengalami kegagalan beribu kali sampai ia akhirnya dapat menemukan lampu pijar, yang sampai sekarang masih kita rasakan manfaatnya. Yang terpenting adalah kekuatan mental kita untuk dapat kembali mencoba  lagi atau bahkan semangat menjadi lebih terpacu 🙂

ScienceDaily (Mar 12, 2012) – Anak-anak dapat melakukan lebih baik di sekolah dan merasa lebih percaya diri tentang diri mereka sendiri jika mereka diberitahu bahwa kegagalan adalah bagian normal dari belajar, bukannya ditekan untuk harus selalu berhasil dengan  cara apapun, menurut penelitian baru yang diterbitkan oleh American Psychological Association.

“Kami fokus pada keyakinan budaya Baca lebih lanjut

Download Animasi Fisika

Berikut adalah situs yang menyediakan materi fisika berupa animasi.  Animasi ini dapat membantu untuk memvisualisasikan konsep yang abstrak. Saya sendiri merasa sangat terbantu dalam memahami konsep yang memang agak sulit jika hanya dibayangkan saja.

1. http://www.upscale.utoronto.ca/GeneralInterest/Harrison/Flash/


Animasi diurutkan berdasarkan kategori, dan ukuran file animasi masing-masing termasuk dalam daftar. Untuk melihat animasi, harus tersedia flash player yang tersedia gratis di http://get.adobe.com/flashplayer/
Kategori-kategori tersebut adalah:
Chaos
Classical Mechanics
Electricity and Magnetism
Fluid Mechanics
Micrometer Caliper
Miscellaneous
Nuclear
Optics
Oscilloscope
Quantum Mechanics
Relativity
Sound Waves
Vectors
Waves
animasi di sini dalam bahasa Inggris dan sayangnya hanya bisa dilihat secara online (tidak bisa diunduh ke PC)

2.  http://physics-animations.com/


Animasi berupa video beserta teorinya. Nah kalo yang ini  bisa diunduh. berikut kategori yang tersedia: Baca lebih lanjut

KARAKTERISTIK TINGKAH LAKU SISWA

Indikasi yang paling jelas bahwa inkuiri berlangsung di kelas yang mana siswa terlibat aktif dalam penelitian

1.  Apakah siswa melakukan observasi atau mengumpulkan informasi yang membangkitkan pertanyaan?

Sebisa  mungkin materi harus dilengkapi atau situasi diciptakan yang mana siswa dihadapkan dengan situasi yang tidak dapat dijelaskan yang akan membangkitkan pertanyaan.  Sebagai contoh, tugas sederhana seperti menanam bibit dapat membangkitkan banyak pertanyaan. Siswa dapat diberikan bibit, pupuk, dan tanah serta diinstruksikan untuk menanamnya dengan cara yang menurutnya paling baik.  Setelah beberapa hari berlalu, dan beberapa bibit mulai tumbuh,  beberapa pertanyaan hadir dengan sendirinya. Baca lebih lanjut

PEMBELAJARAN SAINS YANG EFEKTIF: KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN

Tujuan utama pembelajaran Sains yang efektif, yaitu untuk membantu siswa:

  1. Mengembangkan kreatifitas dan kemampuan berfikir kritis atau mengembangkan kekuatan rasional dan kebebasan pendapat
  2. Membangun pemahaman dari sistem konsep utama yang membentuk dasar dari pemikiran saintifik
  3. Mengembangkan kepercayaan diri untuk mengajukan pertanyaan dan permasalahan serta mencari  jawaban dan solusinya

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN

Pertanyaan berikut akan membantu untuk mengidentifikasi karakter spesifik pada pembelajaran, mengarah atau bertentangan dengan pengajaran efektif

1.  Apakah pembelajaran melibatkan jasmani atau aktivitas yang menarik bagi siswa?

Pada beberapa penelitian dan di beberapa kelas, Baca lebih lanjut

Teori Kecerdasan Majemuk

Teori kecerdasan majemuk (KM) adalah validasi tertinggi gagasan bahwa perbedaan individu adalah penting. Pemakaiannya dalam dunia pendidikan sangat tergantung pada pengenalan, pengakuan, dan penghargaan terhadap setiap atau berbagai cara siswa belajar, di samping pengenalan, pengakuan, dan penghargaan terhadap setiap minat dan bakat masing-masing pembelajar. Teori KM bukan hanya mengakui perbedaan individual ini untuk tujuan-tujuan praktis seperti pengajaran dan penilaian, tetapi juga menganggap serta menerimanya sebagai suatu yang normal, wajar, bahkan menarik dan sangat berharga.

Kecerdasan majemuk pada dasarnya merupakan pengembangan dari kecerdasan otak (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Setiap orang memiliki cara yang unik untuk menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapinya. Kecerdasan merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk melihat suatu masalah, lalu menyelesaikan masalah atau membuat sesuatu yang berguna bagi orang lain (Handy Susanto, 2005).

Ketujuh kecerdasan yang diidentifikasikan oleh Gardner (1983) adalah: (1) kecerdasan linguistik berkaitan dengan bahasa; (2) kecerdasan logis-matematis berkaitan dengan nalar logika dan matematika; (3) kecerdasan spasial berkaitan dengan ruang dan gambar; (4) kecerdasan musikal berkaitan dengan musik, irama dan bunyi atau suara; (5) kecerdasan badani-kinestik berkaitan dengan badan dan gerak tubuh; (6) kecerdasan interpersonal berkaitan dengan hubungan antarpribadi, sosial; (7) kecerdasan interpersonal berkaitan dengan hal-hal yang sangat mempribadi.

Howard Gardner, yang namanya sinonim dengan teori KM ini, mengisyaratkan bahwa mungkin ada lebih banyak lagi kecerdasan yang telah didefinisikannya, khusus dalam budaya-budaya lain. Dengan demikian, daftar KM-nya dapat disusun ulang dan ditambahkan. Tujuan nyata membuat dan menyusun suatu daftar adalah untuk mengankat kemajemukan kecerdasan (Gardner, 1993). Tidak menjadi soal apakah ada jenis kecerdasan lebih banyak atau tidak, ketujuh kecerdasan yang telah ditawarkan oleh Gardner kepada kita adalah langkah raksasa menuju suatu titik di mana individu dihargai dan keragaman dibudidayakan. Bahkan dalam buku terakhirnya, Intelligence Refarmed Gardner menambahkan tiga jenis kecerdasan yang lain, yaitu kecerdasan naturalis, kecerdasan eksistensial, dan kecerdasan spiritual (1997: 47).

Sedangkan Menurut T. Amstrong (2004) dalam bukunya “Kamu Itu Lebih Cerdas Daripada Yang Kamu Duga” (You’re Smarter Than You Think), anak-anak memiliki kecerdasan majemuk. Dalam buku tersebut dikatakan sedikitnya ada 8 macam kecerdasan yang salah satu atau beberapa diantaranya dapat dimiliki oleh seorang anak, yaitu: (1) Kecerdasan dalam menggunakan kata-kata (Linguistic Intelligence);(2) Kecerdasan dalam bermusik (Musical Intelligence); (3) Kecerdasan dalam menggunakan logika (Logical-Mathematical Intelligence); (4) Kecerdasan dalam menggunakan gambar (Visual-Spatial Intelligence); (5) Kecerdasan dalam memahami tubuh (Bodily-Kinesthetic Intelligence); (6)Kecerdasan dalam memahami sesama (Interpersonal Intelligence);(7)Kecerdasan dalam memahami diri sendiri (Intrapersonal Intelligence); (8) Kecerdasan dalam memahami alam (Naturalist Intelligence). Baca lebih lanjut