GravityLight: Menangani Masalah Berat Pencahayaan di Negara Berkembang

Saat ini masih saja terdapat lebih dari 1,5 miliar orang di Dunia yang tidak memiliki akses yang dapat diandalkan untuk listrik utama. Sebagai gantinya, orang-orang ini bergantung pada bahan bakar biomassa (terutama minyak tanah) untuk penerangan setelah matahari terbenam.

Lampu minyak

Bank Dunia memperkirakan bahwa, sebagai akibatnya, 780 juta perempuan dan anak-anak menghirup asap yang setara dengan merokok 2 bungkus rokok setiap hari. 60% dari orang dewasa, perempuan kanker paru korban di negara berkembang adalah non-perokok. Asap juga menyebabkan infeksi mata dan katarak. Pembakaran minyak tanah juga dilengkapi dengan beban keuangan: minyak tanah untuk penerangan  dapat mengkonsumsi 10 sampai 20% dari penghasilan rumah tangga. Pembakaran Minyak Tanah untuk penerangan juga memproduksi 244 juta ton karbon dioksida per tahun.

Sebuah pandangan umum adalah bahwa pencahayaan bertenaga surya adalah jawaban untuk masalah ini di negara berkembang. Namun sejumlah faktor yang saling bertentangan bergabung untuk memperumit masalah. Panel surya  menghasilkan listrik hanya ketika matahari bersinar, sehingga kebutuhan energi akan disimpan dalam baterai untuk menghasilkan cahaya ketika hari  menjadi gelap. Jumlah energi yang tersimpan tergantung pada ukuran panel, ukuran baterai, dan berapa banyak (jika ada) matahari telah bersinar.

Panel Surya di rumah

Namun baterai, panel dan lampu yang mahal, dan di luar jangkauan orang biasa. Proyek pencahayaan matahari terus memberikan pencahayaan bagi ribuan orang di negara berkembang, namun penyebarannya lambat karena biaya yang terlalu tinggi bagi individu, sehingga mereka perlu dibeli dan dipasang oleh masyarakat sebagai gantinya.

Lampu minyak tanah yang digunakan di daerah pedesaan adalah masalah besar. Hal itu buruk bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Satu solusi  adalah untuk memanfaatkan sumber lain, yang ramah lingkungan, sesuatu yang melimpah, kita semua memiliki : gravitasi.

GravityLight adalah pendekatan revolusioner terbaru untuk menyimpan energi dalam penerangan.

GravityLight adalah lampu LED yang bekerja dengan memanfaatkan gaya gravitasi yang bekerja pada beban yang tergantung di lampu. Satu angkatan dengan berat 20 pon (9 kg), (yang dibentuk dengan mengisi tas kain beban diisi dengan batu atau pasir), menghasilkan daya yang cukup untuk memberikan 30 menit cahaya dengan tidak perlu baterai isi ulang atau bahan bakar , yang berarti tidak ada biaya operasional. Baca lebih lanjut

Sekilas tentang “Potensial Listrik”

Sebelum mempelajari hal ini, sangat penting sekali bagi kita untuk mengingat kembali tentang konsep energi. Terutama energi potensial.

Masih ingat besaran apa yang terkait dengan energi potensial gravitasi? Mereka adalah massa benda, percepatan gravitasi, dan ketinggian benda dari suatu titik acuan. Persamaan matematisnya: Baca lebih lanjut

ENERGI

Dalam kehidupan sehari-hari diketahui bahwa energi dapat timbul dalam berbagai bentuk seperti energi surya, energi angin, energi air terjun, energi kimia, energi nuklir, dan bentuk-bentuk energi lainnya. Untuk meleksanakan kegiatan sehari-hari kita juga memerlukan energi yang diperoleh dari makanan. Makanan mengandung energi kimia yang siap diproses oleh tubuh. Energi yang dihasilkan tubuh dapat digunakan untuk melakukan kerja atau usaha. Kini, energi dari aliran air, cahaya matahari, bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara, gas bumi dan juga bahan bakar nuklir dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik yang merupakan salah satu sumber terpenting bagi kehidupan manusia di bumi.
Dari penjelasan tentang berbagai bentuk energi tersebut dapat dipahami bahwa energi itu diubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi lainnya. Secara sederhana dapat juga dikatakan bahwa energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha.
Berbagai sumber energi telah ditemukan manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang semakin meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk di dunia. Sumber energi yang ada di bumi jumlahnya terbatas, maka kita harus melakukan pelestarian terhadap sumber-sumber energi tersebut terutama yang tidak dapat diperbaharui dan selalu berusaha untuk mencari sumber energy alternatif yang baru. Di bawah ini diuraikan tentang sumber energi yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari terutama sebagai sumber listrik. Baca lebih lanjut